Ini memang limitasinya PC-BIOS yang cuma bisa report 64MB (gak tau kalau
BIOS2 baru dgn extended function, seperti LBA buat hard disk).
Jadi memory diatas 64MB harus di handle oleh kernel itu sendiri.
Saya tidak hafal diluar kepala syntaxnya (karena tuntutan pekerjaan Linux
terpaksa dibabat abis dan diganti UNIX yg lebih reliable dan flexible
=> Solaris :)) Tapi seingat saya pada waktu boot di LILO prompt, bisa
ditambahkan argument sbg berikut:
boot: vmlinux mem=72M atau
boot: vmlinux mem=73728k atau
boot: vmlinux mem=0x5001000 (convert ke hex)
Cuma hati2 karena setiap BIOS gak sama karena apabila himem (384K) yg diatas
640K dipakai buat caching-cachingan, kemungkinan tidak bisa dipakai, jadi
jumlah harus dikurangi. Tapi coba ajalah, paling aman sih pake hex value
nya karena lebih akurat. Masalah kernel reliable atau tidak kalau jumlah
memory yg dispecify tidak akurat, wah, use at your own risk :))
Ma'af kalau ini tidak memecahkan masalah, soalnya gak pernah pake lebih dari
64MB di Linux khususnya dan Intel machine umumnya.
PS:
Siapa yg ngeledek ini milis memble lagi tuh :))
--
Chairil K. Kartakusuma, M.Sc. ______ |\/\/\/\/|
PRINTIS Information Systems Consultant, / \ | |
UNIX & Multi-Platform Client/Server Integrator | | | |
Jakarta, INDONESIA | (O)(O) | (o)(o)
E-mail: chairilk@indo.net.id (primary) @ .---_) @ _)
chairil@ibm.net, chairil@sns.com | |\___| | '___|
| \__/ | /